Next Chapter (Kazay)

_____________

aku : kanayya

kamu : zayyan

_____________

“pagiii” ucapan yang biasa kamu atau aku lontarkan di whatsapp.


kalimat singkat yang terdengar sepele tetapi nyatanya hal tersebut dapat membuat semangat (bahkan senyum-senyum sendiri).


tapi kalimat ucapan pagi itu tidak bertahan lama, sepertinya aku harus membeli formalin agar bertahan lebih lama.


menurutku kamu adalah partner grow up, karena melihat dari proses kita yang masih menitih karir maupun pendidikan.


mungkin kita pernah bertukar cerita duka dan suka melalui bubble whatsapp. ah tidak nyatanya kita lebih dari itu, kita bertukar cerita dengan 4 mata. hal itu kuanggap dengan ‘quality time’.


cerita tentang kehidupanmu adalah part favorit yang selalu ingin aku dengar. mungkin sebelum cerita kamu pakai penglaris ya?


ketika aku ingin berceritapun kamu menjadi opsi awal yang selalu aku spam dengan lebih dari 5 bubble chat. maaf ya hahaha.


tapi entah karena apa dan siapa kita menjadi tak saling sapa. rindu. tapi hanya sebatas itu.


mungkin kamu sedang fokus dengan tujuanmu, dan akupun serupa, sehingga kita saling tak punya waktu untuk bertukar cerita lagi.


tapi boleh kan kalau aku tetap mendoakanmu?

harapanku sama, semoga apa yang sedang kamu tuju dapat berjalan dengan mudah, selalu bertemu dengan orang orang baik, dan yang terpenting adalah sehat terus yaaaa!


(gatau di umur segini ngerasa udah jompo bgt gasi? wkwkwk. padahal selalu berusaha untuk olahraga, tapi kalo badan lagi cape pasti ngerentek semua. yakan? haha)


Aku tunggu kabar suksesmu, walaupun tidak sama aku atau kamu tak mengabariku, tapi aku harap aku bisa melihat suksesmu melalui akun media sosialmu!


pasti saat melihat kabar suksesmu aku happy banget! apa lagi kalau suksesnya kamu diiringi dengan kehadiranku. mungkin tulisan ‘happy’nya akan berganti menjadi ‘HAPPY’.


tapi lagi-lagi itu bukan harapanku, aku sudah tak berani menaruh harapan pada siapapun dan apapun. i think semua di bumi ini memiliki potensi untuk menyakiti.


aku tak mau disakiti kamu, karena aku tak mengizinkannya, makanya aku selalu kasih tembok besar ke kamu. mungkin tembok itu terkesan ‘gengsi’ tapi percayalah dengan tembok itu dapat meminimalisir aku beli hansaplas hahaha.


sampai bertemu di chapter kehidupan selanjutnya ya! kita lihat tulisannya happy atau HAPPY.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coffee Shop

“Bunga matahari” Sal

Whats wrong with august?