“Bunga matahari” Sal
Hai aku seorang sarjana pendidikan, memang saat itu aku mengambil jurusan itu dengan sadar, seperti ada panggilan jiwa. Tetapi saat kuliah berjalannya waktu aku jadi mengenal diriku sendiri. Ternyata aku adalah seorang introvert, energiku boros banget kalau interaksi sama manusia. Seorang guru bekerja dengan cara berinteraksi dengan manusia, bahkan tidak dengan 1 manusia, tetapi lebih dari 20an manusia. Berulang terus menerus setiap harinya. Energiku habis, bahkan soak.
Selain dengan energi tipisku, aku melihat guru honorer sangat tidak dihargai oleh pemerintah. Guru honorer nanya dibayar 1 jutaan bahkan ada yang ratusan ribu saja. Miris! Padahal biaya kuliah kita sama dengan jurusan lainnya (kecuali kesehatan) tapi kenapa saat bekerja gaji kita cukup berbeda jauh.
Saat lulus kuliah, ingin menjadi guru honorer juga sangat susah harus ada orang dalam atau membayar sekian juta. Hahahahaha sedih banget ga si? Kita ingin mencari uang, kenapa harus mengeluarkan uang terlebih dahulu? Sistemnya sangat jorok bukan?
Dari 3 poin itu akhirnya aku memilih untuk banting stir dan mengucap “aku gamau jadi guru, aku mau ngantor aja”. Setelah bertekat singkat cerita mendapat pekerjaan di kantor dan sangat nyaman berada disana.
…
Saat sedang nyaman-nyamannya kerja di kantor bersama orang-orang baik, tiba-tiba ada pengumuman pendaftaran PPG Prajab (sertifikasi guru) dengan segudang janji manisnya pemerintah. Mereka bilang akan otomatis masuk dapodik, mereka bilang akan langsung ditempatkan oleh pemerintah. Dari janji itulah orang tuaku tertarik dan meminta aku untuk mendaftar. Awalnya aku ragu karena jika diterima pasti aku Akan resign, dan tidak akan bekerja di kantor lagi.
Satu bulan banyak sekali drama mengenai pendaftaran PPG itu. Bahkan sampai ada drama orang tuaku menangis. Aku masih ingat ucapan ayahku “percuma kerja sesuai passion kalau orang tua tidak ridho“. Hahahahaha jleb banget mendengar kata-kata itu. I feel like anak durhaka yang tidak menurut.
Dengan setengah hati aku mengikuti kehendak orang tuaku. Singkat cerita ternyata janji pemerintah semuanya bohong! Tidak ditempatkan di sekolah, kita harus mencari sekolah sendiri (menurutku itu cukup sulit). Setelah itu kami tidak mendapat dapodik. Hahaha lucu sekali bukan(?)
…
Aku menjalani hariku cukup berat, bagaimana tidak? Ini bukan pekerjaan yang ku inginkan! Dengan hati terpaksa harus bergelut dengan income yang sangat berbeda dengan kantorku dulu. Hahaha sedih sekali bukan?
Terlebih lagi aku mendapat kabar bahwa posisiku dahulu kini sudah dipromosikan menjadi SPV. Hahahaha aku sangat tertawa.
…
Untuk menambah income aku berjuang cukup keras, mengambil job job tambahan. Bahkan apply CV adalah hobiku hehehe.
…
Sal, jika bunga matahariku masih hidup, apakah dia akan menyesali keputusannya untuk memaksaku mengikuti kemauan dirinya?
Komentar
Posting Komentar