Tanda tanya (?)
Kalau seperti ini jadinya bagaimana?
Apakah bisa bersama?
Jikalau tidak bisa, mengapa dipertemukan?
Dari banyaknya kemungkinan di dunia, kenapa kita dipertemukan(?)
Ini siapa yang salah?
Aku yang salah?
Kamu yang salah?
Atau waktu yang salah?
Ini kita dipertemukan terlalu lama atau terlalu cepat?
Apakah ini sedang berlomba siapa yang tersakiti terlebih dahulu? Atau kompetisi siapa yang kuat sampai akhir?
Apakah ini perasaan saling nyaman yang seharusnya tidak pernah ada(?)
Aku harus bagaimana?
Opsi pertama mengikuti arusnya walau harus terseret ke tempat yang aku sendiri tidak tahu ujungnya akan ke tempat yang aman atau ke tempat yang membahayakan?
Opsi kedua melawan arus sejak dini mumpung arusnya belum mengalir deras?
“apakah kamu akan tetap mempertahankannya walaupun kamu tahu di akhir kamu akan terluka?” Tiba tiba ada yang berbisik di kepalaku
Apakah aku salah jika mengikuti hatiku yang tetap percaya diri dengan memegang teguh ‘red string theory’?
Entahlah ini tulisan semua berisi dengan tanda tanya. Yang aku sendiri tidak tahu kedepannya bagaimana.
Aku hanya yakin kepada Allah bahwa sebuah pertemuan pasti memberikan hal positif yaitu:
1. Dia akan menjadi memori manis
2. Dia akan menjadi pembelajaran manis
Tidak apa-apa jika tidak menjadi memori manis, setidaknya aku mendapat pembelajaran manis dari dirinya.
Playying lampu kuning - juicy luicy
Semoga akan ada next blog untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan ini.
…tbc
Komentar
Posting Komentar